Wednesday, November 23, 2011

Inilah Alasan Kenapa Orang Menjadi Transgender ( Ganti Kelamin )

Renaldy, mantan artis cilik di era 1990-an kembali tampil dengan identitas berbeda yakni sebagai seorang transgender bernama Dena Rachman setelah berubah identitas dari pria menjadi wanita. Ada alasan kenapa
kaum transgender memilih jalan hidup seperti itu.

Kebanyakan kaum transgender tidak menganggap kondisinya sebagai pilihan karena pastinya tidak ada seorangpun yang ingin terlahir demikian. Orang-orang ini umumnya merasa terjebak pada tubuh yang salah, dengan kelamin yang secara fisik berbeda dari ekspresi seksual di dalam hatinya.

Dalam pengakuannya, Renaldy alias Dena mengatakan bahwa ia sudah merasa terjebak pada tubuh yang salah sejak masih kecil. Secara fisik ia adalah laki-laki yang memiliki penis, meski hatinya selalu mengatakan bahwa ia adalah seorang perempuan.

Namun dalam perkembangannya, ia baru berani secara jujur mengekspresikan identitas seksualnya yang asli saat beranjak remaja. Ia cukup beruntung tidak menjadi bahan olok-olok, sebab biasanya perubahan ini bisa membuat seseorang mendapat perlakuan diskriminatif atau bahkan dikucilkan.

Sama seperti kebanyakan kaum transgender lainnya, alasan Dena mengubah penampilannya menjadi perempuan adalah untuk mengatasi konflik batin yang dialaminya ketika masih berpenampilan seperti laki-laki. Perubahan ini memberikan kenyamanan batin, meski aneh di mata orang lain.

Beberapa kaum transgender merasa tidak cukup hanya dengan mengubah penampilan, lalu menyempurnakan perubahan identitas dan ekspresi seksualnya dengan terapi hormon dan bahkan operasi kelamin. Dikutip dari Transphobia.org.uk, Selasa (22/11/2011), kaum transgender yang sudah sampai pada tahap operasi kelamin atau terapi hormon sering disebut dengan istilah transeksual.

Jika dalam kasus ini perasaan terjebak pada tubuh yang salah muncul dari diri sendiri, ada juga sebagian kaum transgender terbentuk akibat tekanan sosial. Misalnya seperti dicontohkan oleh Kepala BKKBN Sugiri Syarief dalam wawancara beberapa waktu yang lalu yakni laki-laki yang terkondisikan sebagai waria karena semula orangtuanya menginginkan anak perempuan lalu sejak kecil didandani seperti perempuan.

Ada juga yang terkondisikan oleh faktor ekonomi, misalnya waria jadi-jadian yang sering mengamen di kaki lima. Sebutan yang lebih sesuai untuk kelompok ini adalah cross dresser, karena ekspresi gender yang dilakukan hanya sebatas penampilan untuk mencari uang dan pada siang hari akan kembali menjadi laki-laki seperti biasa.

Kadang-kadang, faktor genetik juga bisa menyebabkan seseorang mengalami kebingungan dalam menentukan identitas seksual seperti halnya kaum transgender. Kondisi yang disebut dengan istilah interseks membuat seseorang tidak memiliki ciri eksklusif sebagai laki-laki maupun perempuan karena memang kromosomnya berbeda dari manusia lainnya.